Kamis, 10 Mei 2018

Epson L1455

Printer sistem tinta printer Epson L1455 all-in
produktivitas lebih besar dengan kemampuan mencetak
dokumen hingga ukuran A3 + pada kecepatan tinggi
melalui teknologi printhead PrecisionCore
Epson dan pencetakan dupleks otomatis.
Kirimkan dokumen berkualitas tinggi,
yang dibingkai secara ekonomis dengan kemampuan
menghasilkan 6.000 halaman untuk halaman hitam
dan 6.500 untuk warna melalui tinta yang terjangkau.
L1455 terintegrasi ke dalam kantor apa pun
melalui rangkaian fitur konektivitasnya yang lengkap.

    Automatic Duplex
    Kecepatan cetak hingga 32ppm / 20ppm
    Kemampuan Faks dan ADF
    Ethernet & Wi-Fi Direct
    2 tahun atau 80.000 cetakan

Teknologi cetak:
Metode RePrint:
Printhead PrecisionCoreTM
Minimum Ink Droplet Volume:
2.8 pl
Print Direction:
Bi-directional printing, Uni-directional printing
Konfigurasi Nozzle:
400 x 2 nozzle Hitam, 128 x 2 nozzle per warna
(Cyan, Magenta, Kuning)
Maximum Resolution:
4.800 x 2.400 dpi (dengan Teknologi Tetesan Berukuran Variabel)
Automatic 2-sided printing:
Ya (hingga A3)


Kecepatan cetak:
Photo Default - 10 x 15 cm / 4 x 6 "* 2:
Kira-kira 42 detik per foto (dengan Batas) * 1
Draft, A4 (Hitam / Warna):
Hingga 32 ppm / 20 ppm * 1
ISO 24734, Simplex A4 (Hitam / Warna):
Hingga 18 ipm / 10 ipm * 1
ISO 24734, A4 Duplex (Hitam / Warna):
Hingga 8,7 ipm / 6,0 ipm * 1
ISO 24734.2, A3 Simplex (Hitam / Warna):
Hingga 10 ipm / 5 ipm * 1
ISO 24734.2, A3 Duplex (Hitam / Warna):
Hingga 6.0 ipm / 3.7 ipm * 1

Jumat, 13 Februari 2015

Epson Fatmawati

EASS FATMAWATI
Komplek Bisnis Golden Plaza Blok E / 43 Jl. RS.Fatmawati No.15, Jakarta Selatan - 12420
P: 62 - 21 - 7591 4343 .
F: 62 - 21 - 7666 602 .

Rabu, 23 April 2014

Epson New L Series L1300 / L1800


EPSON kembali meluncurkan printer dengan berbasis 'infus' atau sistem tinta tanki, yakni L1300 dan L1800 khusus untuk pengguna yang ingin mencetak dalam ukuran A3.
Epson L1300 dilengkapi dengan tinta 4 warna (Cyan, Magenta, Yellow, dan Black) sedangkan untuk L1800 hadir dengan sistem tangki tinta 6 (Cyan, Magenta, Yellow, Black, Light Magenta, dan Light Cyan).

"Kami banyak mendengar masukan-masukan dari konsumen di Indonesia, dan kami berusaha untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan keinginan mereka," kata Managing Director Epson, Endo Koichi.

"Kami yakin produk ini dapat memberikan kualitas cetak terbaik dengan biaya yang terjangkau," tambahnya, saat meluncurkan kedua printer tersebut di Hotel Mulia, Jakarta.

Selain L1300 dan L1800 Epson juga memperkenalkan L120 dan L555 yang sudah dilengkapi dengan fitur Wifi.

Seluruh printer tersebut rencananya akan tersedia dipasaran mulai Mei 2014 dengan harga Rp 1,6 juta untuk L120, Rp 6 jutaan untuk L1300, Rp 7 jutaan untuk L1800.

Senin, 10 Maret 2014

Senin, 03 Maret 2014

Kamis, 07 Maret 2013

Epson : 20 Tahun Micro Piezo Technology dengan 7 L-series Printer

EPSON telah memperkenalkan Printer L-Series printer yang bertujuan untuk menawarkan pelanggan lebih banyak pilihan dalam hal kecepatan dan kehandalan. Seri baru dengan membantu mengurangi biaya operasi dengan menggunakan pasokan botol tinta Epson. Dirancang untuk memberdayakan pengguna untuk mencetak secara bebas tanpa khawatir tentang menjalankan masalah biaya, produktivitas dan garansi,  L-Series printer sangat terjangkau dengan tinta sistem tangki.

EPSON L550  
Produk New L-series penerus dari generasi sebelumnya serie L100 dan L200 kini L110 dan L210 adalah printer ink tank system. Dirancang untuk rumah dan SOHO (small office / home office) pengguna, fungsi tunggal L110 dan L210 all-in-one printer ink tank system memiliki (gambar per menit - standar ISO) 6ipm kecepatan cetak dan daya tahan dinilai tinggi 15.000 halaman . Mereka juga kompak dirancang untuk mengambil banyak ruang yang berarti Anda dapat cocok dengan nyaman di mana saja di rumah / kantor Anda. Epson L300 dan L350 printer ink tank system, Untuk SMB (usaha kecil sampai menengah) pengguna, Epson telah memperkenalkan fungsi L300 lebih maju tunggal dan L350 all-in-one printer ink tank system. Model ini menawarkan kecepatan produktivitas meningkatkan cetak 9ipm dan menjamin pengguna kinerja yang handal dengan tinggi 30.000 halaman dinilai daya tahan. Seri L300 dan L350 juga datang dengan dua botol tinta hitam tambahan dalam paket.
L355 dan L550 printer ink tank system, Selanjutnya meningkatkan konektivitas di kantor, Epson L355 dan L550 printer ink tank system memfasilitasi berbagi workgroup dengan Wi-Fi dan konektivitas Ethernet masing-masing, di atas USB 2.0 konektivitas yang ditawarkan dalam L-series printer. Baik L355 dan L550 juga menawarkan iPrint, sehingga mudah bagi pengguna untuk mencetak dan memindai ke dan dari perangkat mobile yang kompatibel tanpa harus menghubungkan perangkat lunak, driver atau kabel. Akhirnya, L550 juga dilengkapi dengan faks terintegrasi dan pengumpan dokumen otomatis (ADF) untuk menyediakan pencetakan kerumitan-bebas tanpa perlu reload dokumen.
Epson L800 Foto tinta printer sistem tangki. Untuk penggemar foto dan pengguna SMB, L800 fungsi tunggal tinta printer sistem tangki menjanjikan untuk memberikan hasil cetak berkualitas tinggi dengan penghematan biaya yang lebih besar. L800 membantu pengguna menghemat waktu dengan menawarkan kecepatan cetak efisien 11 detik untuk warna hitam dan dalam mode draft 4R. Hal ini memungkinkan penggemar foto untuk mencetak album foto favorit mereka dalam beberapa menit.Epson L800Umum fitur kunci:Sangat tinggi cetak volume dan biaya rendah per halaman - Semua model di Epson L-series terus menawarkan pelanggan botol tinta berkapasitas tinggi yang memungkinkan untuk mencetak pada volume sangat tinggi dan biaya rendah per halaman sehingga bebas mereka khawatir tentang biaya pencetakan. Printer datang dengan satu set mulai dari satu botol tinta hitam 70ml yang dapat mencetak 4.000 halaman hitam dan tiga botol tinta warna 70ml yang dapat mencetak 6.500 warna pages3. Series
L300, L350, L355 dan L550 datang dengan dua botol tinta hitam tambahan dalam bundel awal, sedangkan L800 datang dengan magenta cahaya tambahan dan cahaya cyan botol tinta masing-masing dalam bundel awal. Dengan tinta ini, Epson L-series printer ink tank system menawarkan biaya terendah di dunia dari setiap tinta printer asli bermerek yang menjamin kualitas cetak tinggi.Ultra berkinerja tinggi dan dapat diandalkan Epson Micro Piezo Print Head - The Epson L-series ini dimungkinkan oleh kecanggihan Epson "Micro Piezo" teknologi print head yang memiliki keandalan yang lebih tinggi dan suhu operasi yang lebih rendah dibandingkan dengan teknologi print head bersaing termal yang digunakan oleh pembuat inkjet lainnya. Keandalan tinggi Epson Micro Piezo print head memungkinkan untuk dibangun ke dalam printer dan melayani untuk pencetakan volume tinggi.  
Epson Micro Piezo print head yang ditemukan di L-series model Epson mencapai resolusi cetak maksimum 5760 x 1440 dpi dan variabel ukuran tetesan teknologi (VSDT) memungkinkan print head untuk mengeluarkan tetesan tinta dalam beberapa ukuran. Kemampuan ini memastikan detil terbesar dan gradasi yang sangat halus dalam dokumen atau foto.
  

Digambarkan di sini L350. Tangki tinta terletak di sebelah kanan printer. Tidak seperti pinter L-series terdahulu L100 dan L200. Epson L-series printer Epson Ink Tank fitur Asli, tabung tinta yang rapi terintegrasi dan katup choke istimewa, yang semuanya memungkinkan untuk tinta mudah di isi serta transportasi yang nyaman dengan penyaring pelindung yang mencegah penguapan air dari tinta. Katup choke memotong pasokan tinta untuk mencegah arus balik selama transportasi. 

The Epson L-series printer ink tank system ini tercakup oleh jaminan Epson selama setahun atau 15.000 halaman (L110 dan L210) atau 30.000 halaman (L300, L350, L355 dan L550) dan enam bulan untuk L800 atau 3.000 halaman, mana yang lebih cepat. Kartrid tinta Sebagian besar datang dengan print head built-in, yang mendorong biaya kartrid atas. L-series memungkinkan pengguna mengisi ulang tangki tinta mereka dengan botol isi ulang tinta dijual oleh Epson. Dengan menggeser kepala cetak ke dalam printer itu sendiri, Epson telah berhasil menjaga biaya isi ulang tinta botol tersebut.

Minggu, 03 Juni 2012

Sabtu, 24 Maret 2012

Penulisan Gelar

Hal kecil atau sepele ini ternyata bisa menjadi hal besar berdampak kerugian, terkadang tak sengaja dalam penulisan tanda titik, hurup besar dan hurup kecil pada penulisan gelar sesorang setelah namanya membuat kerja dua kali. Dalam dunia percetakan yang saya jalani. Contoh kecil dalam penulisan tersebut, pada sebuah undangan perkawinan sering sekali jari kita terpeleset atau lupa menekan key shift pada keyboard menjadi bumerang bagi kita. karna komplen dari pemesannya, hem, kalau udah begitu apes deh.. Agar tidak terulang kedua kalinya terpaksa masuk kuliah lagi deh di Google University, tanya sama rektornya mbah google. ..Wal ‘ hasil dapet sedikit pencerahan tapi mungkin bermamfaat…
Berdasarkan aturan ejaan yang disempurnakan (EYD), penulisan gelar dengan benar masih saja banyak yang belum memahami dengan baik teknik penulisan gelar tersebut.
Sekarang, marilah kita analisis tentang penulisan gelar ini, agar kita tidak lagi menemui kesulitan di kemudian hari.
Jika dianalisis kata per kata, penulisan gelar dapat dinalar melalui teori singkatan. Sebagai misal, penulisan gelar sarjana pendidikan, yang ditulis benar, Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan ditulis di belakang nama penyandang gelar. Huruf  “S“ pada kata sarjana, ditulis dengan huruf besar dan diakhiri dengan tanda titik, merupakan satu kata. Kemudian, huruf  “P” ditulis dengan huruf besar, tetapi huruf  “D”  ditulis dengan huruf kecil dan diakhiri dengan tanda titik. Huruf  “D”  ditulis dengan huruf kecil karena posisinya sebagai bagian dari rangkaian satu kata dengan huruf “P” yang merupakan kepanjangan dari kata “pendidikan”. Demikian pula singkatan-singkatan gelar lain yang sejenis dengan contoh tersebut, juga akan mengalami proses kebahasaan yang sama.
Lain halnya dengan singkatan pada gelar yang tanpa menyertakan huruf peluncur sebagai bagian dari rangkaian satu kata. Sebagai misal, penulisan gelar sarjana hukum, sarjana ekonomi, dan sarjana pertanian. Jika disingkat, ketiga contoh gelar tersebut hanya terdiri dari huruf awal, dan tanpa menyertakan huruf peluncur yang merupakan bagian dari rangkaian kata, sehingga penulisannya pun terdiri atas huruf per huruf serta masing-masing ditandai dengan tanda baca titik. Dengan demikian, penulisan gelar sarjana hukum, ditulis di belakang nama penyandang gelar dengan singkatan: S.H., sarjana ekonomi ditulis S.E., dan sarjana  pertanian ditulis S.P.. Penulisan-penulisan gelar lain yang sejenis dengan contoh tersebut, dan yang hanya terdiri dari dua huruf atau lebih tanpa disertai dengan huruf peluncur sebagai bagian dari rangkaian kata, harus mengikuti pola penulisan tersebut.
Berikut ini contoh-contoh penulisan gelar yang benar.
Gelar Sarjana
S.Ag. (Sarjana Agama)
S.Pd. (Sarjana Pendidikan)
S.Si.  (Sarjana Sains)
S.Psi. (Sarjana Psikologi)
S.Hum. (Sarjana Humaniora)
S.Kom. (Sarjana Komputer)
S.Sn. (Sarjana Seni)
S.Pt. (Sarjana Peternakan)
S.Ked. (Sarjana Kedokteran)
S.Th.I. (Sarjana Theologi Islam)
S.Kes. (Sarjana Kesehatan)
S.Sos. (Sarjana Sosial)
S.Kar. (Sarjana Karawitan)
S.Fhil. (Sarjana Fhilsafat)
S.T. (Sarjana Teknik)
S.P. (Sarjana Pertanian)
S.S. (Sarjana Sastra)
S.H. (Sarjana Hukum)
S.E. (Sarjana Ekonomi)
S.Th.K. (Sarjana Theologi Kristen)             
S.I.P. (Sarjana Ilmu Politik)
S.K.M. (Sarjana Kesehatan Masyarakat)
S.H.I. (Sarjana Hukum Islam)
S.Sos.I. (Sarjana Sosial Islam)
S.Fil.I. (Sarjana Filsafat Islam)
S.Pd.I. (Sarjana Pendidikan Islam), dsb.
Gelar Magister
M.Ag. (Magister Agama)
M.Pd. (Magister Pendidikan)
M.Si. (Magister Sains)
M.Psi. (Magister Psikologi)
M.Hum. (Magister Humaniora)
M.Kom. (Magister Komputer)
M.Sn. (Magister Seni)
M.T. (Magister Teknik)
M.H. (Magister Hukum)
M.M. (Magister Manajemen)
M.Kes. (Magister Kesehatan)
M.P. (Magister Pertanian)
M.Fhil. (Magister Fhilsafat)
M.E. (Magister Ekonomi)
M.H.I. (Magister Hukum Islam)
M.Fil.I. (Magister Filsafat Islam)
M.E.I. (Magister Ekonomi Islam)
M.Pd.I. (Magister Pendidikan Islam), dsb.
S.Th.K. (Sarjana Theologi Kristen)
Gelar Sarjana Muda Luar Negeri
B.A. (Bechelor of Arts)
B.Sc. (Bechelor of Science)
B.Ag. (Bechelor of Agriculture)
B.E. (Bechelor of Education)
B.D. (Bechleor of Divinity)
B.Litt. (Bechelor of Literature)
B.M. (Bechelor of Medicine)
B.Arch. (Bechelor of Architrcture), dsb.
Gelar Master Luar Negeri
M.A. (Master of Arts)
M.Sc. (Master of Science)
M.Ed. (Master of Education)
M.Litt. (Master of Literature)
M.Lib. (Master of Library)
M.Arch. (Master of Architecture)
M.Mus. (Master of Music)
M.Nurs. (Master of Nursing)
M.Th. (Master of  Theology)
M.Eng. (Master of Engineering)
M.B.A. (Master of Business Administration)
M.F. (Master of Forestry)
M.F.A. (Master of Fine Arts)
M.R.E. (Master of Religious Ediucation)
M.S. (Mater of Science)
M.P.H. (Master of Public Health), dsb.
Gelar Doktor Dalam Negeri
Penulisan gelar doktor dalam negeri pun sering tidak dipahami dengan benar oleh kebanyakan orang, padahal jika kita mampu menganalisis, tidaklah sulit untuk dapat menemukan jawabannya.
Penulisan gelar doktor dalam negeri sama dengan penulisan gelar-gelar yang lain. Karena huruf  “D” dan “R” merupakan rangkaian satu kata, maka penulisan gelar doktor yang benar adalah: Dr. (Doktor), dan ditulis di depan nama penyandang gelar. Huruf  “D” ditulis dengan huruf besar, dan huruf “R” ditulis dengan huruf kecil, dan diakhiri dengan tanda titik pula.
Selain itu, di Indonesia juga memberlakukan sebutan profesional untuk program diploma. Aturan main penulisan sebutan profesional dalam negeri untuk program diploma ditulis di belakang nama penyandang sebutan profesional tersebut. Perhatikan beberapa sebutan profesional program diploma dalam negeri sebagai berikut.
Program diploma satu (D1) sebutan profesional ahli pratama, disingkat (A.P.);
Program diploma dua (D2) sebutan profesional ahli muda, disingkat (A.Ma.);
Program diploma tiga (D3) sebutan profesional ahli madya, disingkat (A.Md.); dan
Program diploma empat (D4) sebutan profesional ahli, disingkat (A.).
Akhir-akhir ini sebutan profesional untuk program diploma, sebagaimana yang tertera itu, cenderung diikuti oleh ilmu keahlian yang dimiliki. Sebagai misal, sebutan profesional untuk ahli muda kependidikan disingkat A.Ma.Pd., ahli madya keperawatan disingkat A.Md.Per., ahli madya kesehatan disingkat A.Md.Kes., ahli madya kebidanan disingkat A.Md.Bid., dan ahli madya pariwisata disingkat A.Md.Par.
Selanjutnya, banyak orang bertanya-tanya tentang beberapa gelar doktor luar negeri yang tidak mereka pahami maksudnya, juga tidak mereka ketahui cara penulisannya, sehingga banyak diantara mereka hanya dapat memperkirakan maksud, dan demikian pula cara penulisannya. Karena berdasarkan perkiraan belaka, maka banyak diantara mereka salah menebak maksud serta cara penulisannya.
Penulisan gelar doktor, master, dan sarjana muda dari luar negeri, ditulis di belakang nama penyandang gelar. Sebagaimana penulisan gelar-gelar dalam negeri, penulisan gelar dari luar negeri pun sama. Untuk dapat memahami penulisan yang benar, kita perlu menganalisis kata per kata sebagaimana cara menganalisis kata per kata pada penulisan gelar dalam negeri. Sebagai misal, gelar doctor of philosophy, yang ditulis benar [Ph.D.]. Huruf “P” ditulis dengan huruf besar, tetapi huruf “H” ditulis dengan huruf kecil, dan diakhiri dengan tanda titik. Huruf “H” ditulis dengan huruf kecil karena posisinya sebagai bagian dari rangkaian satu kata dengan huruf “P” yang merupakan kepanjangan dari kata philosophy, sedangkan huruf “D” ditulis dengan huruf besar sebagai singkatan dari kata doctor, dan diakhiri dengan tanda titik.
Perhatikan beberapa gelar doktor luar negeri yang sering kita jumpai di Indonesia, dan contoh penulisannya:
Ph.D. (Doctor of Philosophy);                       =>               Sigit Sugito, Ph.D.
Ed.D. (Doctor of Education);                        =>               Sigit Sugito, Ed.D.
Sc.D. (Doctor of Science);                             =>               Sigit Sugito, Sc.D.
Th.D. (Doctor of Theology);                          =>               Sigit Sugito, Th.D.
Pharm.D. (Doctor of Pharmacy);                  =>                Sigit Sugito, Pharm.D.
D.P.H. (Doctor of Public Health);                 =>               Sigit Sugito, D.P.H.
D.L.S. (Doctor of Library Science);              =>                Sigit Sugito, D.L.S.
D.M.D. (Doctor of Dental Medicince);         =>                Sigit Sugito, D.M.D.
J.S.D. (Doctor of Science of Jurisprudence). =>               Sigit Sugito, J.S.D., dsb.
Tambahan lagi, penulisan gelar ganda yang kedua gelar tersebut berada di belakang nama penyandang gelar, juga perlu memperhatikan teknik penulisan yang benar. Bahwasanya, selama ini kita sering menjumpai bahkan mungkin, menjadi pelaku sendiri penulisan gelar ganda yang tidak memperhatikan tata cara penulisan yang benar.
Tenik penulisan gelar ganda yang kedua-duanya berada di belakang nama penyandang gelar, banyak terkait dengan penggunaan tanda baca koma (,). Penulisan yang benar adalah setelah nama (penyandang gelar), dibubuhkan tanda koma (,) kemudian diikuti gelar yang pertama, ditulis dengan teknik penulisan yang benar, lalu dibubuhkan tanda koma untuk penulisan gelar yang kedua, dan seterusnya (jika ada gelar-gelar yang lain). Perhatikan beberapa contoh penulisan gelar ganda di bawah ini:
Endra Lesmana, S.Ag., S.H.
Endra Lesmana, S.Pd., S.S.
Endra Lesmana, S.Hum., S.Pd.I.
Jika penyandang gelar memiliki gelar lebih dari dua gelar, dan semuanya berada di belakang nama penyandang gelar, teknik penulisannya pun sama. Perhatikan pula beberapa contoh penulisan gelar yang lebih dari dua gelar di belakang nama penyandang gelar.
Imam Prasodjo, S.S., M.Hum., M.Pd.
Imam Prasodjo, S.Pd., S.S., M.Ed.
Imam Prasodjo, S.Ag., M.E.I., Ph.D.
Penulisan gelar dengan mengikuti nama penyandang gelar yang ditulis dengan huruf balok (kapital), gelar tetap ditulis sesuai dengan penulisan gelar yang benar. Jika gelar tersebut terdapat huruf peluncur sebagai bagian dari rangkaian satu kata, sebagai misal, gelar S.Ag., S.Pd., S.Pt., huruf g, d, dan t yang posisinya sebagai huruf peluncur dari rangkaian satu kata, tidak ditulis dengan huruf besar. Perhatikan beberapa contoh di bawah ini:
Ditulis Benar                          Ditulis Salah                       Juga Ditulis Salah
Hadi Mulya, S.Pd.                   HADI MULYA, S.PD.        HADI MULYA, S.Pd.
Hadi Mulya, S.Ag.                   HADI MULYA, S.AG.       HADI MULYA, S.Ag.
Hadi Mulya, S.Pt.                    HADI MULYA, S.PT.        HADI MULYA, S.Pt.
Di dalam aturan kebahasaan, nama orang tidak dibenarkan ditulis dengan huruf balok (kapital), kecuali untuk kepentingan tertentu. Jika ditulis, huruf balok (kapital) hanya dibenarkan ditulis pada awal kata nama orang. Karena itu, penulisan gelar dengan mengikuti nama penyandang gelar yang sama-sama ditulis menggunakan huruf balok, tidak hanya salah, tetapi sudah salahkaprah
Oleh: Dr. Warsiman, M.Pd.