Rabu, 23 Maret 2011

BIOS

Saat ini, ada beberapa perusahaan penyedia BIOS, yakni sebagai berikut:

* Award Software, yang meluncurkan Award BIOS, Award Modular BIOS, dan Award Medallion BIOS
* Phoenix Technologies, yang meluncurkan Phoenix BIOS, dan setelah melakukan merjer dengan Award Software, meluncurkan Phoenix-Award BIOS.
* American Megatrends Incorporated (AMI) yang merilis AMI BIOS, dan AMI WinBIOS.
* Microids Research
* Para OEM (Original Equipment Manufacturer), seperti Hewlett-Packard/Compaq, IBM/Lenovo, Dell Computer, dan OEM-OEM lainnya.
[sunting] Update BIOS

BIOS kadang-kadang juga disebut sebagai firmware karena merupakan sebuah perangkat lunak yang disimpan dalam media penyimpanan yang bersifat hanya-baca. Hal ini benar adanya, karena memang sebelum tahun 1995, BIOS selalu disimpan dalam media penyimpanan yang tidak dapat diubah. Seiring dengan semakin kompleksnya sebuah sistem komputer , maka BIOS pun kemudian disimpan dalam EEPROM atau Flash memory yang dapat diubah oleh pengguna, sehingga dapat di-upgrade (untuk mendukung prosesor yang baru muncul, adanya bug yang mengganggu kinerja atau alasan lainnya). Meskipun demikian, proses update BIOS yang tidak benar (akibat dieksekusi secara tidak benar atau ada hal yang mengganggu saat proses upgrade dilaksanakan) dapat mengakibatkan motherboard mati mendadak, sehingga komputer pun tidak dapat digunakan karena perangkat yang mampu melakukan proses booting (BIOS) sudah tidak ada atau mengalami kerusakan.

Oleh karena itu, untuk menghindari kerusakan (korupsi) terhadap BIOS, beberapa motherboard memiliki BIOS cadangan . Selain itu, kebanyakan BIOS juga memiliki sebuah region dalam EEPROM/Flash memory yang tidak dapat di-upgrade, yang disebut sebagai "Boot Block". Boot block selalu dieksekusi pertama kali pada saat komputer dinyalakan. Kode ini dapat melakukan verifikasi terhadap BIOS, bahwa kode BIOS keseluruhan masih berada dalam keadaan baik-baik saja (dengan menggunakan metode pengecekan kesalahan seperti checksum, CRC, hash dan lainnya) sebelum mengeksekusi BIOS. Jika boot block mendeteksi bahwa BIOS ternyata rusak, maka boot block akan meminta pengguna untuk melakukan pemrograman BIOS kembali dengan menggunakan floppy disk yang berisi program flash memory programmer dan image BIOS yang sama atau lebih baik. Pembuat motherboard sering merilis update BIOS untuk menambah kemampuan produk mereka atau menghilangkan beberapa bug yang mengganggu.
materi referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/BIOS

untuk update bios caranya sangat berbeda beda dari Mainboard keluaran perusahaan yang 1dengan perusahaan pembuat mainbord yanglainnya.
Sangat disarankan anda membaca petunjuk pada buku manual dari mainboad tersebut...PENTING!!!
Disarankan pula untuk tidak mengupdate bios pada mainboad andai tidak ada hal hal yang sangat mngganggu kenerja mainboad itu sendiri.
Untuk Upgrade/Downgrade pada tipe mainboard pada system bios biasanya sudah tersedia. Ini digunakan untuk … misalnya anda membeli mainboad tipe terbaru yang menggunakan bios untuk os vista atau windows 7 untuk install win XP biasa terkadang mengalami kesulitan pada bios untuk menditeksi win XP tersebut sehingga anda harus Downgrade bios yang compatible dengan os win XP utu pun biasa disediahkan pada mainboard tersebut ebagai bios cadangan anda tinggal mencarinya pada menu bios di sytem bios mainboad anda sendiri.
Jadi sangat disarankan untuk tidak mengupdate sendiri lewat firware (internet) jika anda bukan ahlinya. biasanya pada CD mainboard itu tersedia.
Walaupun ada beberapa yang mengetahui dan berhasil pada metode ini, namun masalah yang anda tanggung adalah mainboad anda tidak bisa booting, terhadap beberapa kegagalanya pada proses ini.
Anda yang menentukan barang milik anda sendiri.

1 komentar:

  1. 1xbet korean - legalbet
    1xbet korean - legalbet.co.kr - Top Licensed Sports Book & Online Bookies. No Deposit Bonus for USA Sports Bettors - US 1xbet korea Sports Bettors.

    BalasHapus